Pasang

Tim Wamira Mart Pamekasan Paparkan Pematangan Konsep di Hadapan Bupati

  • Bagikan
TEGAS: Bupati Baddrut Tamam saat memplimpin rapat pematangan rencana pendirian Wamira Mart di Peringgitan Dalam, Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Rabu tnggal 6 Oktober 2021 (Dok. Sinergi Madura)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Sebelum beranjak pada pelaksanaan, sejumlah tim pelaksana memaparkan konsep pendirian Warung Milik Rakyat (Wamira) di hadapan Bupati Pamekasan, Madura, Baddrut Tamam.

Tim pendirian Wamira Mart yang dimotori oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pamekasan ini terdiri dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), akademisi dan praktisi.

Pasang

Bertempat di Peringgitan Dalam, Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Bumi Gerbang Salam, Madura, Jawa Timur, Tim tersebut memaparkan rencana pendirian Wamira Mart di depan Bupati Baddrut Tamam, Rabu (6/10/2021).

Pendirian Wamira Mart merupakan salah satu program prioritas Bupati Baddrut Tamam, melalui Diskop UM Pamekasan.

Wamira mart ini adalah show room secara fisik yang akan dibangun di 20 titik di Kabupaten Pamekasan. Selanjutnya kita akan prioritaskan ada beberapa titik hingga akhirnya wamira mart ini nampak kepada masyarakat kalau memang betul-betul ada,” jelas Bendahara Tim Pendirian Wamira Mart, Ali Hosnan.

Baca Juga: Cara Pemkab Pamekasan Sukseskan MTQ Jatim ke-XXIX

Lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua KNPI Pamekasan itu menambahkan, bahwa pendirian Wamira Mart bertujuan untuk meningkatkan daya saing ekonomi baik di tingkat lokal maupun interlokal.

Selain itu, program ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha serta peningkatan omset para pelaku UKM di Pamekasan, termasuk juga terbentuknya akses pasar baru dalam keberlangsungan usaha masyarakat.

“Karena permasalahan dari awal, UKM itu dari dulu sampai sekarang soal pasar, dan kedua masalah uang. Kalau pasar baru itu sudah ada, modal itu sebenarnya bisa dicari. Maka, adanya Wamira Mart ini (secara otomatis menunjukkan) terbentuknya akses pasar baru,” simpul Hosnan.

Pihaknya berkomitmen akan mengerahkan segala upaya untuk meningkatkan nilai jual produk usaha dari para pelaku UKM di Pamekasan.

Beberapa langkah strategis telah ia siapkan, diantaranya adalah sumber daya manusia (SDM) yang profesional sesuai dengan keahliannya. “Mulai dari sisi perizinan, label halal, seluruhnya akan ditangani oleh tim,” katanya.

Sebenarnya, sambung dia, produk UKM di Pamekasan cukup banyak dan penuh kualitas. “Cuman masalahnya banyak hal kekurangan, mungkin produknya kurang berstandart dan lain sebagainya. Makanya di sini ada tim verifikasi produk, apakah produknya sudah layak atau tidak, atau sudah berstandar atau tidak,” tukasnya.

Pihaknya menyatakan juga bakal memperhatikan kemasan produk hasil UKM dan Wirausaha Baru (WUB) untuk dapat meningkatkan nilai jual. Jika pemilik produk tidak bisa memberikan kemasan yang baik, maka tim bersedia mengemas produk itu dengan kualitas kemasan yang lebih baik.

Sekadar informasi, Wamira Mart ini adalah fasilitas pemasaran offline yang disediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan di bawah kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam. Dengan rincian, 70 persen diisi produk UMKM dan WUB, sementara 30 persen sisanya diisi produk pendamping.

Selain pemasaran offline, Pemkab Pamekasan juga menfasilitasi pemasaran online yang telah bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI untuk ketersediaan SDM yang terlatih. Tujuannya agar produk WUB hasil pelatihan, pemberian modal, dan alat serta fasilitasi pemasaran berjalan lancar.

“Strategi wamira mart yang pertama penambahan produk lokal, mendampingi UMKM mulai awal sampai finishing. Konsultan akan mengarahkan agar produk mereka fokus dan differensiasi,” pungkasnya.


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *