Pasang

Tinjau Pembangunan Infrastruktur, Komisi V DPR RI Berkunjung ke Kabupaten Sampang

  • Bagikan
KOMPAK: Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi dan Wabup H. Abdullah Hidayat saat rapat bersama anggota Komisi V DPR RI (Zainullah - Sinergi Sampang)

SAMPANG, SINERGI MADURA – Anggota Komisi V DPR RI melakukan kujungan kerja spesifik ke Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Senin (4/10/2021).

Kunjungan tersebut dalam rangka untuk melakukan peninjauan pembangunan infrastruktur ruas Jalan Lingkar Selatan yang berada di lokasi kabupaten berjuluk Kota Bahari tersebut.

Pasang

Menurut Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie, kedatangan rombongan para wakil rakyat di Senayan itu untuk mengetahui permasalahan serta kebutuhan infrastruktur di Kabupaten Sampang.

Segala masukan dan usulan menjadi catatan Komisi V DPR RI untuk menjadi bahan pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kementrian terkait nantinya.

“Ada keluhan desa yang masih terisolir sejak jaman sebelum merdeka, ini menjadi atensi kita bersama nantinya kemudian Jalan Nasional dengan total penduduk Madura sekitar 5 juta perlu dilakukan pelebaran,” ungkapnya.

Lebih lanjut Syarief menjabarkan, pihaknya sangat mendukung upaya percepatan pembangunan infrastruktur yang ada di Kabupaten Sampang dengan potensi kawasan industri dan wisata.

Selain itu, proyek pembangunan infrastruktur ruas Jalan Lingkar Selatan di Kabupaten Sampang ini nanti juga akan berfungsi sebagai sarana dan prasarana penunjang mobilitas masyarakat.

Baca Juga: Peringati HUT ke-7, PWS Gelar Sosialisasi Kemasyarakatan di Sejumlah Desa

“Ketersediaan infrastruktur yang baik merupakan mesin utama pendorong investasi, pemacu pertumbuhan ekonomi dan distribusi logistik, serta pemerataan hasil pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” ucap Syarief.

Sementara itu, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan kedatangan rombongan Komisi V DPR RI diharapkan membawa angin segar untuk kemajuan daerahnya.

Ia menytakan bahwa pihaknya juga memiliki program Jalan Srepang yang sudah diproyeksikan sejak lama namun karena pembebasan lahan di wilayah Bangkalan belum rampung akhirnya dirubah menjadi mega proyek Jalan Lintas Selatan (JLS).

Dibangunnya JLS diharapkan bisa mengatasi Desa Disanah dan Desa Marparan di Kecamatan Sreseh yang sejak jaman Belanda hingga saat ini masih terisolir.

Selain itu, lanjut politisi Nasdem ini, pembangunan JLS akan membuat efisiensi jarak tempuh Sampang – Sreseh lebih cepat dari yang semula 45 kilometer akan menjadi 14,3 kilometer.

Dari hal tersebut, nanti akan berdampak untuk pembukaan urat nadi perekonomian baru di Madura khusus sisi selatan.

Adapun anggaran yang dibutuhkan untuk membangun JLS yaitu sebesar Rp 1.112.047.915.000,00 dengan rincian untuk Infrastuktur Jalan sepanjang 15,3 kilometer senilai Rp. 436.203.205.000,00 dan untuk pembangunan infrastruktur jembatan 5 buah senilai Rp. 675.844.710.000,00.

“Banyak permohonan usulan yang kami lampirkan, namun kita fokus ke JLS jikapun untuk jalannya masih sulit direalisasikan setidaknya jembatan yang 5 buah bisa terealisasi dalam waktu dekat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi juga berharap dilakukan pelebaran dan peningkatan jalan poros Nasional, kemudian jalan Bringkoning – Kedungdung serta Pembangunan Pasar Tamberu.

Selain itu Pembangunan Pasar Hewan Aengsareh, Pembangunan Gedung Twin Tower Poltera serta penambahan kuota RTLH masuk dalam usulan pembangunan infrastruktur.


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *