Pasang

Tips Aman Mengonsumsi Bekicot yang Kaya Gizi

  • Bagikan
Bekicot
Siput bekicot. (Foto: pixabay.com)

TIPS, SINERGI MADURA – Banyak orang yang memandang olahan escargot (makanan yang berbahan dasar bekicot) sebelah mata, lantaran tidak tahu akan kandungan gizinya.

Padahal, sepiring escargot tidak kalah bergizi dengan sumber hewani lainnya. Bekicot juga punya manfaat melimpah seperti yang dimiliki sumber hewani lain.

Pasang

Hewan yang satu ini sebenarnya mudah dipelihara dan dikembangbiakkan. Bahkan, di Indonesia tidak sedikit orang yang gemar mengonsumsi.

Sekilas memang tampak aneh, tetapi nyatanya olahan bekicot menawarkan berbagai khasiat baik untuk tubuh saat dimakan.

Baca Juga: 3 Manfaat Bekicot, Salah Satunya Bisa Mengatasi Kekurangan Gizi

Namun demikian, meski memiliki banyak manfaat dan rasanya yang lezat, Anda tetap harus berhati-hati saat makan bekicot. Sebab tidak menutup kemungkinan, bekicot mengandung parasit yang berisiko membahayakan tubuh ketika termakan.

Baca Juga: Inilah Kandungan Nutrisi Daging Bekicot yang Wajib Anda Ketahui

Alih-alih memperoleh nutrisi baiknya, salah langkah dalam mengolah atau memasak escargot justru dapat menimbulkan infeksi serta penyakit yang berasal dari parasit di dalamnya.

Risiko tersebut bisa semakin parah jika daging escargot tidak dicuci bersih atau belum sepenuhnya matang saat disajikan.

Oleh karena itu, jenis bekicot yang boleh Anda makan adalah yang khusus diternakkan, bukan yang sembarangan diambil atau yang biasa hidup bebas di alam liar.

Dilansir Sinergi Madura dari berbagai sumber, berikut adalah cara memasak atau mengonsumsi bekicot.

Bekicot sebelum diolah untuk dimasak atau dikonsumsi harus melalui tahap-tahap yang benar agar aman untuk dimakan.

Langkah awal mengolah bekicot adalah mencucinya sampai bersih. Kemudian rendamlah bekicot dalam air bersih selama dua hari.

Selanjutnya harus melalui proses penggaraman atau tambahkan garam dalam air bekicot agar mengeluarkan lendir sebanyak mungkin.

Selain itu, perhatikan juga bahan-bahan tambahan yang terlibat dalam proses pengolahan.

Jika ingin lebih sehat dan bergizi, Anda bisa mengganti minyak goreng dengan minyak lain yang rendah lemak, misalnya minyak zaitun maupun minyak canola.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *