Pasang

Tokoh Panembahan Pertama di Madura dalam Sejarah

  • Bagikan
Tokoh Panembahan Pertama di Madura dalam Sejarah
Keraton mini peninggalan panembahan Natakusuma di Desa Lalangon (Foto: Lontarmadura)

BUDAYA, SINERGI MADURAPanembahan merupakan salah satu gelar tokoh penguasa atau raja yang dijunjung tinggi, khususnya pada masa kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara.

Gelar panembahan juga setingkat di bawah gelar Sultan atau Sunan. Dan setingkat di atas gelar Pangeran Adipati yang disembah dan sangat dihormati, terutama di Jawa dan Madura.

Pasang

Dikutip dari sejumlah sumber, tokoh paling awal yang menggunakan gelar panembahan di Madura, yaitu Panembahan Ronggosukowati, raja Pamekasan (1530-1616); dan Panembahan Lemah Duwur, penguasa Madura Barat (1531-1592).

Sementara di Madura Timur atau Sumenep, berdasar data autentik, gelar panembahan baru digunakan pada abad 18 masehi. Gelar panembahan tersebut dipakai oleh Pangeran Natakusuma (1762-1811).

Baca Ugha: Sejarah Singkat Kerajaan Madura Barat Masa Pertama

Pangeran Natakusuma merupakan putra sekaligus pengganti Bindara Saod alias Tumenggung Tirtonegoro yang berkuasa di kerajaan Sumenep pada tahun 1750-1762 masehi.

Oleh sebab itu, Pangeran Natakusuma dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Panembahan Sumolo atau Somala. Makna Penambahan Sumolo adalah raja Sumenep yang pertama kali bergelar panembahan.

Dua bangunan monumental Sumenep yang masih berwujud dan bisa disaksikan oleh generasi saat ini, yaitu keraton dan masjid Jamik, yang lahir di masa panembahan Sumolo.

Selain itu, panembahan Sumolo yang bernama asli Asiruddin ini mewariskan sistem pelestarian peninggalan-peninggalan keraton,yang hingga saat ini masih lestari.

Maka tidak salah jika ia disebut-sebut sebagai maestro di kalangan penguasa dinasti terakhir tahun kadipaten Soengennep tahun 1750-1929 masehi.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *