Pasang

TPA Angsanah Pamekasan Jadi Lokasi Pemusnahan Jutaan Rokok Ilegal Hasil Penindakan di Madura

  • Bagikan
TEGAS: Petugas Bea Cukai Madura memegang batang rokok ilegal sebelum dimusnahkan ke dalam lubang penimbunan di TPA Angsanah (Ainur Rizky - Sinergi Pamekasan)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – TPA Angsanah Pamekasan dipilih menjadi lokasi pemusnahan jutaan batang rokok ilegal hasil penindakan barang milik negara (BMN) oleh pegawai KPPBC Tipe Madya Pabean (TMP) C Madura.

Pemusnahan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Persetujuan Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi nomor S-206/MK.6/KN.5/2021 tanggal 13 Oktober 2021 hal Persetujuan Pemusnahan Barang yang Menjadi Milik Negara.

Pasang

Kepala KPPBC TMP C Madura, Yanuar Calliandra, menyebutkan, rokok ilegal yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil dari 151 kali operasi penindakan atas pelanggaran ketentuan di bidang Cukai.

Baca Juga: Potensi Tembakau Luar Biasa, KPPBC TMP C Madura Gandeng 4 Pemerintah Daerah

Berbagai penindakan tersebut diperoleh berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat dan hasil penggalian informasi serta surveillance yang dilakukan oleh tim penindakan dan penyidikan pada KPPBC TMP C Madura.

“Total jumlah rokok ilegal tersebut mencapai 5.329.166 batang. Jika dirupiahkan ada sekitar lima miliar empat ratus empat puluh satu juta tiga ratus tiga puluh ribu enam ratus delapan puluh rupiah (Rp 5.441.330.680, red),” ungkap Yanuar, saat ditemui di lokasi, Jum’at (29/10/2021).

Pemusnahan ini dilakukan untuk menghilangkan wujud awal dan sifat hakiki barang dengan cara menimbunnya ke dalam tanah.

“Rokok ilegal tersebut disatukan dalam satu lubang, dicampur dengan sampah dan air kemudian ditimbun dengan tanah,” katanya.

Yanuar Calliandra kemudian menyampaikan apresiasi yang setingi-tingginya kepada aparat penegak hukum, pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat atas kerjasama, dukungan dan sinergi yang telah terjalin selama ini.

“Semoga ke depan kinerja KPPBC Tipe Madya Pabean C Madura semakin meningkat, baik dalam melakukan pengawasan produk hasil tembakau, maupun dalam memberikan layanan kepada seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *